| |
Buletin Nagari |
Pesan Singkat |
Statistik Web |
Visitors : 751072 visitors
Hits : 51088 hits
Month : 698 users
Today : 33 users
Online : 5
users |
Sindikasi Berita |
Chatting |
|
|
 |
|
KERAJINAN AMAI SETIA KOTOGADANG
KERAJINAN AMAI SETIA (KAS) di Koto Gadang adalah
suatu organisasi wanita yang pertama di Minangkabau. Ia didirikan
atas kesadaran jiwa kaum wanitanya untuk berjuang dalam mencapai
kemajuan. Sebelumnya sebagai tradisi yang diwarisi dari zaman yang
dahulu, wanita-wanita Koto Gadang belum dibolehkan memasuki
sekolah-sekolah.
Pada tanggal 11 Februari 1911 lahirlah perkumpulan
yang diberi nama Kerajinan Amai Setia diprakarsai oleh Ibu Rakena
Puti dan dipimpin oleh seorang tokoh wanita Ibu Rohana Kudus.
Dengan berdirinya organisasi ini maka tradisi-tradisi lama ini secara
berangsur-angsur dapat dihilangkan dan mulailah kaum wanitanya
menempuh pendidikan modern.
Sejak semula K.A.S bergerak dalam bidang sebagaimana tercantum dalam
pasal 2 dari anggaran dasarnya yang berbunyi sbb :
De vereniging stelt zich tot doel de
pheffing van de Minangkabausche vrouw en tracht dit doel te bereiken
door het geven van onderricht in schrijven, lezen en rekenen, het
beheren van de hiishouding, goede manieren, fraaie
handwerken en het verkopen van de werken van huisvlijt”.
Jadi tujuan utamanya ialah meningkatkan derajat wanita Kotogadang
khususnya dan wanita Minangkabau umumnya dengan jalan memberi
pelajaran menulis, membaca, berhitung urusan rumah tangga, etiket,
kerajinan tangan dan menjualkan hasil kerajinan tangan itu.
Pada tahun 1915 K.A.S mendapat pengakuan
RECHTSPERSOON (BADAN HUKUM) dengan surat Putusan No. 31 tanggal 16
Januari 1915 dan pada waktu itu hampir seluruh penduduk wanita Koto
Gadang menjadi anggotanya. Selanjutnya oleh pemerintah diberikan
subsidi kepada organisasi ini dan subsidi ini dipergunakan untuk
memulai membangun sekolah diatas sebidang tanah yang telah dibelinya
(tahun 1916) dan dapat diselesaikan dan dipergunakan pada tgl 23
Februari 1919.
Pada mulanya pelajaran-pelajaran yang diberikan
hanya berupa kursus-kursus (menjahit mesin, bordiran mesin, menyulam,
merenda bangku, bertenun, dll.). Pada tahun 1923 K.A.S membuka
Nijverheidschool (Sekolah Kepandaian Puteri) yang dapat berjalan
dengan lancar sampai terpaksa tutup ketika Jepang masuk tahun 1942.
Sebagai hasil dari kegiatannya K.A.S telah berhasil dalam :
- Memperbaharui
seni menenun, terutama dalam barang-barang kebutuhan sehari-hari
seperti kain sarung, serbet, alas meja, kain dinding, dll.
-
Memperkenalkan renda bangku Belgia. Ini sempat tumbuh sebagai seni
kerajinan khusus dari wanita Koto Gadang dan sekarang dikenal
sebagai RENDA BANGKU KOTO GADANG.
-
Melahirkan hasil baik dalam seni sulam-menyulam, yang sekarang
dikenal sebagai SULAMAN KOTO GADANG yaitu terawang, suji cair (satin
stitch), Kepala peniti (French knots), filet, kelengkang, dll.
Di zaman Hindia Belanda tiap tahun dimana diadakan
Pasar Keramaian, baik diseluruh kepulauan Indonesia maupun di Luar
Negeri, dikirim barang-barang hasil karya K.A.S untuk dipamerkan.
Hingga hasil karya KERAJINAN AMAI SETIA sampai sekarang terkenal di
seluruh Tanah Air. Dari Luar Negeri seperti dari Paris, New York dan
Amsterdam hasil karya ini mendapat penghargaan yang tinggi.
Pada tahun 1929 K.A.S mendapat kunjungan dari
Gubernur Jendral Hindia Belanda De Graaf dalam rangka memberi
penghargaan jasa dalam bentuk Bintang Jasa kepada Ketua Ibu Hadisah
atas jasa-jasa beliau dalam keberhasilannya memajukan K.A.S. Beliau
telah memimpin K.A.S dari tahun 1916-1929. Sebagai akibat dari Perang
Dunia II maka hubungan K.A.S dengan Luar Negeri terputus; untuk
kebutuhan dalam negeri K.A.S tetap dapat melayani, tetapi dalam
keadaan yang terbatas.
Setelah mengalami beberapa perubahan zaman yang
dilalui masyarakat Koto Gadang, maka pada tahun 1960 K.A.S mendapat
kunjungan dari Bapak Menteri Perindustrian dan kerajinan Rakyat Dr.
Azis Saleh, dalam usaha menggalakkan seni kerajinan tangan rakyat.
Dan beliau telah mendrop sokongan untuk membantu memulai pemugaran
gedung K.A.S.
Pada tahun 1980 K.A.S telah mendapat pinjaman
bahan baku PERAK sebanyak 1 kg dari Kanwil Perindustrian Sumbar
Padang, yang sampai sekarang masih diperpanjang terus. Sebagaimana
diketahui, Koto Gadang terkenal memiliki seni kerajinan Perak.
Pengrajin perak tidak hanya membikin perhiasan tradisionil saja, tapi
mereka juga menciptakan disain-disain baru, seperti semat hias,
kalung, gelang, rumah2 adat miniatur.
Walau kelihatannya seni kerajinan tradisionil Koto
Gadang seolah-olah sedang menghilang, angkatan muda dari kampung ini
sebagai ahli waris dari nenek moyangnya yang berbakat tinggi masih
memiliki bakat seni dan masih mengembangkan serta berusaha mencapai
apa yang dikatakan “cap Koto Gadang” yang bercirikan
pemeliharaan kwalitas, kejujuran, kesederhanaan dan kewajaran. Karena
mereka tak mengenal teknik manipulasi, hasil kerajinan tangannya
tetap dihargai sebagai hasil yang berarti.
Dalam usaha meningkatkan produksi untuk
mensukseskan Pelita III, K.A.S telah memperkuat kedudukan Hukumnya
dengan membentuk Yayasan dalam pengertian K.A.S milik masyarakat
wanita Koto Gadang dengan tujuan mendapatkan bantuan kredit dari
Pemerintah R.I / Bank.
Sayang ini tidak berhasil, karena ternyata
Pemerintah hanya memberi kredit kepada Koperasi, sehingga sampai
sekarang K.A.S belum pernah dapat bantuan kredit dari Pemerintah
(kecuali 1 kg perak). Namun K.A.S tetap mendapatkan perhatian dari
Pemerintah dengan selalu mengikutsertakan dalam tiap-tiap kegiatan
Pemerintah untuk membantu Perusahaan Ekonomi Lemah, seperti Penataran
Manajemen, Latihan Peningkatan Disain Produk Perak, Pameran tetap
Perdagangan dan pameran-pameran yang sewaktu-waktu diselenggarakan
oleh Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan.
YAYASAN
KERAJINAN AMAI SETIA HARI INI
Yayasan
yang diresmikan tahun 1979 dengan tetap tujuan utamanya meningkatkan
derajat Wanita ini, sampai sekarang masih berdiri tegak dan masih
dilestarikan oleh Ibu-ibu yang duduk sebagai pengurus,
karyawan-karyawan dan tentunnya didukung oleh warga Kotogadang
sebagai pengrajin Amai Setia.
Adapun hasil-hasil kerajinan yang ada di Amai Setia adalah berupa
kerajinan Perak, kerajinan Sulaman dan kerajinan Renda Bangku
Kotogadang, yang diolah oleh tenaga pengrajin Kotogadang yang cukup
ahli dibidangnya.
Berikut kita uraikan kerajinan yang ada di YKAS :
- Kerajinan Perak
Hasil kerajinan perak dibuat berupa souvenir perak dan miniatur rumah
adat Minangkabau, jam gadang, mesjid, lumbung, pedati kerbau, dll.
Asesoris Wanita dan Pria berupa cincin, gelang, kalung, liontin,
bros, jepitan dasi, dll.
- Kerajinan Sulaman
Sulaman yang dibuat oleh sebagian besar Ibu-ibu dan remaja putri ini,
menghasilkan beberapa jenis sulaman seperti sulaman suji, sulaman
kapalo samek, terawang yang terdiri dari terawang kumbang, terawang
kasiak, terawang filet / papan, dll. Adapun jenis sulaman tersebut
dibuat untuk selendang, baju, tas, taplak meja, jilbab, sapu tangan,
sarung Hp, dll.
- Renda Bangku Kotogadang
Kerajinan yang tak kalah uniknya ini dibuat untuk taplak meja makan,
loper, place mate, krah baju, renda untuk keliling selendang sulaman
kotogadang, dll.
Barang-barang yang tersebut diatas dapat diperoleh
di Amai Setia. Jika anda ingin memesan sesuai dengan keinginan dan
selera, Amai Setia juga bersedia menyediakannya untuk A N D A . . . .
! !
Oleh : Ketua Umum Yayasan Kerajinan Amai Setia - Kotogadang
|
|