| barando | tentang kotogadang | buku tamu | kirim artikel | download | webmail | contact | controlpanel |
 
   Barando
Tentang Kotogadang
Letak Geografis
Demografi
Foto Udara

   Interaktif
Download
Rubrik
About Us
Web Links

   Pemerintahan Nagari
Bamus Nagari
Wali Nagari
MAMAS
MUNA
LPMN
Peraturan Nagari

   Organisasi Kemasyarakatan
Yayasan Kotogadang
Yayasan Amai Setia
PKK
IIKG
PPKG
PKS (Padang)
Mudo Sakato
Kantikandano
Aua Malambai

   Ninik Mamak Penghulu Nan XXIV
Suku Guci/Piliang
Suku Koto
Suku Caniago
Suku Sikumbang

   Nagari Pusako
Konsep Nagari Pusako
Jelajah Nagari
Deklarasi
Green Map
BPPNKG
Peta tata ruang

   Galeri Foto
Bentang Alam
Kerajinan tangan
Kotogadang Tempo Dulu
Arsitektur
Mesjid Tapi paska gempa
Keadaan bangunan paska gempa
Pengungsi
Ngarai Sianok runtuah
Masjid Tapi tempo doeloe

   Statistik

   FAQ

   Buletin Nagari
Hutan Ulayat
Kawasan Pusaka
Bisnis dan Ekonomi
Seni dan Budaya
Agama
Event
Kaba Kampuang
Kaba Rantau
Tokoh

   Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   Statistik Web
  Visitors : 751067 visitors
  Hits : 51083 hits
  Month : 698 users
  Today : 33 users
  Online : 5 users

   Sindikasi Berita





 


   Chatting
Enter Chatroom
Nick Name:

   


R E N U N G A N
Jumat, 15 Mei 09 - oleh : admin


  • Nan jauah tu adalah….............MASA LALU

  • Nan Dakek tu adalah...............M A T I

  • Nan Gadang tu adalah ........... NAFSU

  • Nan Barek tu adalah ...............AMANAH

  • Nan Panjang tu adalah ...........AMAL SALIAH

  • Nan Ringan tu adalah..............BABUEK DOSO

  • Nan Paliang elok tu adalah .....PAMA`AF


Dari seluruh kata-kata diatas mungkin diantara kita tidak ada yang bisa menyangkalnya, dari mulai Masa lalu, Maut, Nafsu, Amanah, Berbuat Dosa, Berbuat Amal Saleh dan memberi ma`af, Setiap kita pasti akan mengalaminya.
Dalam ”MERENUNG” untuk Nagari Kotogadang ini seorang Sarok Tapi, ingin mengupas masalah ”Amanah”.
Amanah itu beragam dan dalam bentuk yang berbagai macam kita terima, tergantung kita melihat dan menilainya dari sisi yang mana. Kembali kita bawa pikiran kita dan renungan kita untuk Nagari Kotogadang bukan untuk hal-hal lain.
Kita semua bertanggung jawab dan telah di Amanahi Nagari Kotogadang oleh Nenek Moyang dan leluhur kita masing-masing. Mulai dari yang muda sampai ke orang tua, mulai dari orang biasa sampai keorang yang berpangkat, Mulai dari Anak Nagari sampai dengan Ninik Mamak.
Masing-masing kita sudah memiliki tanggung jawab untuk memikul dan mempertanggung jawabkan Amanah tadi. Kalau Mamak bertanggung jawab terhadap kemanakannya, Walinagari bertanggung jawab terhadap masyarakatnya, Ninik Mamak bertanggung jawab terhadap kaumnya.
Semenjak Amanah tadi diterima, Sudahkah semua Amanah itu kita jalankan dan pertanggungjawabkan ? Sebesar apakah tanggung jawab kita terhadap Amanah khususnya untukNagari Kotogadang tadi..? Apa yang telah kita perbuat untuk Nagari tersebut ?
Lebih berat lagi bagi yang telah menerima semua Amanah dan Tanggungjawab tentang Nagari tadi melalui SUMPAH.
Sumpah yang diucapkan dengan menyebut Asma ALLAH, bahkan ada yang langsung memegang Alquran. Terlebih lagi disa’at Sumpah diucapkan disaksikan oleh kaum sendiri, mungkin oleh masyarakat bahkan Alim Ulama dan para pejabat, berarti mereka itulah yang memikul tanggung jawab paling berat terhadap Nagari Kotogadang.

Dengan mengucapkan Sumpah tadi berarti juga telah berjanji dengan Allah dan diri sendiri serta masyarakat untuk menjalankan dan memikulnya sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan jabatan yang diterima.
Karena hal itulah bagi Anak Nagari yang mau memahami serta mengerti hal ini seharusnya menghargai mereka yang telah mau menerima Amanah tadi.
Kita dahulukan mereka selangkah untuk membimbing kita kejalan yang benar, kita tinggikan mereka seranting/setingkat karena kearifan dan ilmu serta perilaku mereka yang memang lebih baik dari orang pada umumnya.
Tentunya semua Penghargaan tadi dalam kehidupan ini harus diimbangi dengan bentuk kerja yang jelas dan nyata dalam menjaga Nagari Kotogadang ini oleh yang menerima Amanah tadi. Bukan hanya sekedar untuk di jadikan kebanggaan atau hanya untuk kepentingan pribadi saja.
Mungkin perlu dikutip kata-kata orang hebat di dunia untuk Nagari Kotogadang yang dulunya sangat jaya, ” JANGAN KAMU BERTANYA APA YANG SUDAH DIBERIKAN NAGARI UNTUKMU, TAPI TANYALAH APA YANG SUDAH KAMU BERIKAN UNTUK NAGARI MU”.
Dirasa Renungan ini perlu dibawa kesanubari masing-masing, apabila semua sudah memahami tugas dan tanggungjawab nya terhadap Nagari Kotogadang, penulis yakin Nagari ini akan kembali bersinar kembali, tidak suram bahkan sudah redup seperti sekarang ini.
Betapa berat semua ini harus disampaikan mengingat keadaan Nagari kecil itu sudah jauh ditinggalkan oleh orang-orang yang harusnya menjalankan Sumpahnya terhadap Nagari tersebut. Bila Nagari tersebut bisa menangis entah berapa kubik bahkan Ton air mata yang akan keluar, Bila Nagari tersebut bisa bicara mungkin sudah beribu sumpah serapah dan kutukan yang dikeluarkannya. Betapa sekarang dia ditinggalkan dalam sunyi, betapa sekarang dia dibiarkan sendiri dalam sepi, berapa banyak masalah yang melekat dalam tubuhnya yang sudah menjadi kudis dan tumor ganas dibiarkan tanpa diobati, Bahkan berbagai pengaduan dan permintaan dari Alim Ulama yang selalu menjaga dan menyirami kampung itu dengan Azan, Doa, Bacaan Ayat-ayat Alquran serta perbuatan baik sudah tidak didengarkan. Semua dijawab dengan istilah yang sangat klasik dan begitu anggun bagi orang-orang yang takut mengambil keputusan untuk kebenaran dengan mengeluarkan kata-kata DIPARAMBUNKAN.
Suatu istilah yang sudah basi dan selalu dipakai sampai saat ini,Sampai kapan hal ini akan selalu dilakukan, Sampai kapan hal ini akan bertahan.. dan seberapa banyak lagi kesalahan yang akan ditumpuk.
Semoga .. semoga sedikit tulisan ini bisa menyadarkan kita akan besarnya Amanah yang telah kita terima.
Semua akan kita pertanggung jawabkan nanti... apalagi bagi yang telah di Sumpah menerima Amanah tadi, Betapa beratnya menerima semua itu, betapa susahnya mempertanggung jawabkannya apalagi bila nanti MAUT datang menjemput.


Wassalam
SAROK TAPI

  kirim ke teman |   versi cetak


Ada 1 komentar tentang artikel ini :

padiah
Senin, 15 Juni 09 - oleh : rang tapi
Terasa sekali apo yang disampaikan dalam tulisanko, memang baitu nasib kami di Kotogadang kini. Orang2 Yang kami arok kan banyak cuma memberi janji, curito dan angin sarugo. kampuang tambah langang.. tapi lah ndak baurang. Nan tuo-tuo tampek kami mamintak pandapek jo nasehat alah abih pai dipanggil nan kuaso. Tinggalah kami disilau-silau dek urang rantau nan kadang datang kadang tido, bisa sakali sabulan, satahun bahkan sakali saabaik. Tiok sabanta kami badoa kampuang ko co dulu baliak. musajik rami, Tapi semarak, kampuang baisi baliak. Lai ka mungkin tu ??

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jajak Pendapat
Setujukah anda Kotogadang masuk wilayah Kota Bukittinggi?.

Setuju
Tidak Setuju


   Top Download
Peraturan Nagari No. 04 Tahun 2002 (2034)
Peraturan Nagari No. 05 Tahun 2002 (1787)
Peraturan Nagari No. 02 Tahun 2002 (1733)
Peraturan Nagari No. 03 Tahun 2002 (1480)
Peraturan Menteri Agraria Nomor 5 Tahun 1999 (1194)
The History of Sumatra (1183)
Laporan Bencana Gempa Bumi Kab. Agam (1107)
Perda Prop. Sumatra Barat No. 09 Tahun 2000 (1101)
Peraturan Pemerintah no. 84 tahun 1999 (956)

   Link Terbaru
Suaro Kotogadang
[Added: 30-Jun-2008]
Minangkabau.Info
[Added: 02-Mar-2008]
Cimbuak.net
[Added: 02-Mar-2008]
Melayu Online
[Added: 02-Mar-2008]
Pemerintah Kota Bukittinggi
[Added: 02-Mar-2008]
Situs Resmi HKI
[Added: 06-Feb-2008]
EraMuslim
[Added: 24-Mar-2007]
West Sumatra
[Added: 05-Sep-2006]
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
[Added: 22-Aug-2006]
Pemerintah Propinsi Sumbar
[Added: 05-Aug-2006]
Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link

   Artikel Terakhir
berita acara serah terima web
Kepengurusan Persatuan Kotogadang Saiyo Padang
BANYAK BABUEK SAKETEK MANGICEK
IKO BARU CURITO
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
R E N U N G A N
TRADISI IDULFITRI DI KOTO GADANG ALAH PUNAH

   Buku Baru!
Adat Istiadat Kotogadang
Edisi perdana Oktober 2005 Penyusun : Heratina Mahzar
Hubungi : Ibu Hera, tlp. +62 752 31044.

Pakaian Tradisional Kotogadang
Edisi perdana Oktober 2005
Penyusun : Sita Dewi Razni, Mity J. Juni, Rebecca Dahlan.Penerbit : Yayasan Kerajinan Amai Setia
Hubungi: Ibu Sita Razni Tlp. +62 811 144123

   Mailing List
Gabung di milis kotogadang
Powered by: asia.groups.yahoo.com

   Forum Diskusi
Komunitas Kotogadang

 

Powered by SeniRupa.Net. Kotogadang © 2006, Pemerintah Nagari Kotogadang bekerjasama dengan SeniRupa.Net